BREAKING NEWS

Tips

Kelas Menulis

Buku

From our Blog

Tampilkan postingan dengan label Kelas Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Menulis. Tampilkan semua postingan

Lincah jemari

Assalam mu'alaikum... Alhamdulillah... matahari bersinar indah banget... nggak tau kenapa hari itu berjalan juga indah banget,,, pasien, admin, perawat dan operator/dokter juga sumringah semua, padahal pasien cukup banyak lho hari itu....
Ditengah keseruan dengan hiruk pikuk IBS, mendadak ada sms masuk.. "Makan-makan" spontan aku jawab "heleh ngomong tok... ra kelakon-kelakon" hohohoooo... (pikirku dia mau ngajak makan)
agak sorean juga gtu... "Selamat" dan ada lagi... "selamat ya" dan lagi "SELAMAT" Hohohooo... ada apa sih ini gak jelas banget... langsung kepikiran buka web kali aja ada pengumuman pemenang lomba ato apalah, ternyata nggak ada kabar apa-apa yang mengejutkan... *mikir keras... trus maksute sms-sms iku apa yaaa...??? hemmm.... akhirnya q balesi semua aku tanya maksutnya apa...??? satu orang jawab... "menang lomba blog" wahahahaaaaa... alhamdulillah... Terimakasih Ya Allah... :)
tapi...tapi.... kok gak ada kabar di web... al hasil masih belum percaya-percaya banget...
kemudian di tengah malam... abii nge wa... selamat ya kamu juara 1 lomba blog... q juga baru tau dr webnya kominfo, sambil lemparin screenshot web yang dibacanya... *Eciiieee.... suuiittt...sssuiiittt.... "alhamdulillah, makasih bii..."
Rejeki nggak kemana... Alhamdulillah ya Allah...matur suwun.. :) #Sesunguhnya Allah maha tau dan maha pemberi pertolongan #Sikonpaslagibenerbenerbokek :D :D :D

Agar Si Buah Hati Tumbuh Cerdas

Sobat, Kecerdasan adalah anugerah. Berikut ini ada tips untuk meningkatkan kecerdasan si kecil… 
Berikan ASI eksklusif. Penelitian menunjukkan mengkonsumsi ASI ekslusif yakni ketika bayi berumur 0-6 bulan, akan membantu meningkatkan kecerdasan anak.
Seringlah berinteraksi dengan buah hati kita. Bayi yang jarang dipeluk, kurang bermain dan kurang kasih sayang akan terhambat pertumbuhan otaknya. 
Biarkan buah hati kita bermain. Saat ia bermain, ia menciptakan dasar bagi ketrampilan intelektual, sosial, fisik, dan emosional. Ketika bermain bersama dengan anak yang lain ia akan belajar untuk menggabungkan ide, kesan dan perasaan dengan orang lain.
Kenalkan Buah hati kita dengan musik. Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan (kreatifitas). Sehingga dapat meningkatkan daya ingat, perhatian, motivasi dan belajar, juga menurunkan stress.
Biasakan berolahraga. Olahraga bisa meningkatkan aliran darah ke otak dan membangun sel-sel otak baru.
Biarkan mereka melihat bunda melakukan hal-hal cerdas. Jika ia melihat bunda membaca, menulis, atau hal-hal yang baik lainnya ia akan meniru hal serupa.
Kembangkan rasa ingin tahunya. sehingga akan merangsang dia untuk berpikir dan mencari ide-ide baru.
Tumbuhkan rasa percaya dirinya. Ikutkan buah hati kita dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat agar tumbuh sikap optimis dan meningkatkan semangat.
Berikan sarapan yang sehat. Sarapan yang sehat dengan memenuhi unsur-unsur gizi yang cukup akan meningkatkan daya ingat dalam belajar.

Bedah Buku 13 Perempuan dan Margendut Sayang

Jum’at 19 Oktober 2012, pukul 14.00 WIB. Terik mentari siang itu sedikitpun tak menyurutkan smangat kami (Generasi Muda yang ingin lebih kenal dengan Buku dan Sastra) bertempat di Sanggar Guna kita mengikuti event Bedah buku. Dua Buku yang di Bedah siang itu adalah buku 13 Perempuan karya Yonathan Rahardjo dan Margendut Sayang karya Prawoto R. Sujadi. Dua buku yang sama-sama bertemakan tentang perempuan. Dua buku juga yang mengantarkan Maria Dorotea (yang akrab dipanggil Tea) Mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga mendapat Nilai A untuk Skripsinya, yang memang mengangkat tentang Male Feminism dan wanita yang mengkaji dua buku tersebut.
Kesempatan hari itu juga tea manfaatkan buat berbagi pengalaman kepada semua peserta bedah buku sepanjang perjalanannya bergelut dengan kertas dan “male Feminism” dan semestapun mendukung terik matahari tak lagi menyelekit di kulit yang ada hanya cuaca redup yang menyejukkan dan penuh semangat.

“Ok.. sebelum tea bahas jauh tentang male feminism, kira-kira temen-temen semua ada yang tau nggak perbedaan sek dan gender??” Tanya tea
“Sama-sama tentang jenis kelamin…” Jawab salah satu peserta bedah buku dan semua peserta sepakat dengan jawaban itu.
“Ok.. Jadi perbedaan sek dan Gender adalah kalo sek perbedaan jenis kelamin secara biologis atau ilmu kedokteran, sedangkan gender adalah perbedaan fungsi, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam masyarakat sosial” Jelas tea.
Suasana makin hidup dengan berbagai Tanya jawab soal male feminism yang lebih menitik beratkan pada sosok seorang laki-laki yang sangat menghargai wanita dan sadar akan kesetaraan gender. Sampai singgung2 juga masalah Waria  “bagaimana dengan waria???” karena pada dasarnya waria juga manusia (makhluk ciptaan Tuhan) ya kita tetep harus menghargai mereka juga.
Satu poin yang serius namun jarang terlintas dipikiran kita tentang Wanita adalah, kita setuju donk kalo wanita adalah sosok yang luar biasa, hampir semua agama juga mengagungkan derajat wanita. Dan dizaman modern seperti saat ini banyak banget wanita-wanita luar biasa. Wanita banyak yang jadi anggota dewan, presiden, menteri, manager dsb. Tapi masalahnya “kenapa wanita masih tidak percaya diri dan suka menganiaya dirinya sendiri…???” Badan gemuk sedikit cepet2 diet, item dikit perawatan, ikal dikit bonding, smooting dsb. Kenapa wanita kurang bersyukur dan kurang bisa menjadi dirinya sendiri seutuhnya..?? (jawabannya ada pada diri kalian sendiri, hey para wanita) ^_^

Matahari kian melaju ke barat, setelah maria dorotea bicara panjang lebar soal wanita dan male feminismnya. Tiba saatnya Yonathan Rahardjo membedah bukunya “13 perempuan” judul 13 perempuan diambil dari keseluruhan isi cerpennya yang memang membahas 13 orang perempuan, dan sekaligus ingin menghapus anggapan bahwa 13 adalah angka sial. Lain dengan buku “13 perempuan” yang berisi cerpen sesuai dengan pengamatan pengarang tentang perempuan, buku “Margendut sayang” karya Prawoto R. Sujadi berisi tentang kumpulan puisi sepanjang perjalan cintanya dengan wanita yang ia cintai (yang kini adalah teman hidup penulis) yang tertulis pada status2 di jejaring sosial dan sms. Buku ini juga beliau persembahkan bagi para undangan di pernikahan beliau sebagai souvenir.
“ini juga terinspirasi dari mas yonathan rahardjo karena dulu beliau juga memberi souvenir pada para undangan dengan buku, tapi bukan kumpulan puisi cintanya namun kumpulan cerpen perjalanan cintanya dengan sang istri” jelas om Pra
Untuk judul “margendut sayang” dan “13 perempuan”, kata “margendut” yang unik dan “13” si angka sial adalah trik marketing juga, setidaknya dari judul buku yang kita bikin ada sesuatu yang WOoW gtu. Jadi nggak sulit buat menarik perhatian pembeli. Tambah mas Yonatan.

Disitu Prawoto R. Sujadi atau sering disebut Om Pra juga berbagi ilmu. Tidak sulit buat menulis, kalian hanya butuh subjek yang ingin kalian angkat, amati subjek itu. Lihat, dengarkan dan rasakan maka mata, hati dan pikiran akan bercerita sendiri melalui tulisan kita.
Selamat berkarya…!!!

Revisi Krathwoll tingkatan Ranah Kognitif


Taksonomi tingkatan ranah kognitif menurut Anderson, L.W dan Krathwohl, D. R. 2001 mencakup menghafal (remember), memahami (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analyse), mengevaluasi (evaluate), dan membuat (create).
  1. Mengingat (remember) merupakan proses kognitif paling rendah tingkatannya. Untuk mengkondisikan agar “mengingat” bisa menjadi bagian belajar bermakna, tugas mengingat hendaknya selalu dikaitkan dengan aspek pengetahuan yang lebih luas dan bukan sebagai suatu yang lepas dan terisolasi. Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif yaitu mengenali (recognizing) dan mengingat (Widodo, 2006). Kata operasional mengetahui yaitu mengutip, menjelaskan, menggambar, menyebutkan, membilang, mengidentifikasi, memasangkan, menandai, menamai.
  2. Pertanyaan memahami (understand). Pertanyaan pemahaman menuntut siswa menunjukkan bahwa mereka telah mempunyai pengertian yang memadai untk mengorganisasikan dan menyusun materi-materi yang telah diketahui. Siswa harus memilih fakta-fakta yang cocok untuk menjawab pertanyaan. Jawaban siswa tidak sekedar mengingat kembali informasi, namun harus menunjukkan pengertian terhadap materi yang diketahuinya (Widodo, 2006). Kata operasional memahami yaitu menafsirkan, meringkas,mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, membeberkan.
  3. Mengaplikasikan (apply). Pertanyaan penerapan mencakup penggunaan suatu prosedur guna menyelesaikan masalah atau mengerjakan tugas. Oleh karena itu, mengaplikasikan berkaitan erat dengan pengetahuan prosedural. Namun tidak berarti bahwa kategori ini hanya sesuai untuk pengetahuan prosedural saja. Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif yaitu menjalankan dan mengimplementasikan (Widodo, 2006). Kata oprasionalnya melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi.
  4. Menganalisis (analyze). Pertanyaan analisis menguraikan suatu permasalahan atau obyek ke unsur-unsur-unsurnya dan menentukan bagaimana saling keterkaitan antar unsur-unsur tersebut (Widodo, 2006). Kata oprasionalnya yaitu menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan, membandingkan, mengintegrasikan.
  5. Mengevaluasi (evaluate). Mengevaluasi membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada. Ada dua macam proses kognitif yang tercakup dalam kategori ini adalah memeriksa dan mengkritik. Kata operasionalnya yaitu menyusun hipotesi, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan, menyalahkan.
  6. Membuat (create).Membuat adalah menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan. Ada tiga macam proses kognitif yang tergolong dalam kategori ini yaitu membuat, merencanakan, dan memproduksi (Widodo, 2006). Kata oprasionalnya yaitu merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, menggubah.

Ada Surga Di Rumahku


Judul Buku Ada Surga di Rumahku
Penulis Amru Khalid
Penerbit Khatulistiwa Press
Cetakan I, Maret 2010 
Tebal 30 halaman

 Seorang ulama mengungkapkan sebuah kata mutiara yang indah, “Sesungguhnya di dunia ini terdapat sebuah surga. Barangsiapa yang belum memasukinya, maka dia tidak akan masuk ke dalam surga akhirat.” Surga di dunia yang dimaksudkan oleh ulama tersebut adalah surga keluarga dan kerukunan yang terjalin erat di dalamnya.
Ada pula ungkapkan yang sangat mendalam, “Kalau ada surga di dunia, itulah keluarga yang bahagia. Dan kalau ada neraka di dunia, itulah keluarga yang berantakan.”
Kedua ungkapan di atas sangat cocok dengan topik yang diangkat oleh Amru Khalid, da’i kondang asal Mesir, dalam buku yang aslinya berjudul “Al-Jannah fii Buyuutinaa” ini. Buku yang diindonesiakan dan diterbitkan oleh Khatulistiwa Press ini menyajikan 16 bab yang semuanya bermuara pada bagaimana membangun  sebuah keluarga bahagia. Bukan hanya keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, tetapi mencakup juga keluarga besar dan bahkan karib kerabat.
Dalam menulis buku ini, da’i paling berpengaruh  di dunia  versi The New York Times ini tidak mau terjebak pada bahasan detil tentang problematika suami-istri atau sebuah rumah rumah tangga, tetapi lebih focus pada solusi masalahnya. Peraih predikat urutan ke-13 ‘orang paling berpengaruh di dunia’ versi Majalah Time itu memberi banyak tips praktis untuk mengatasi problema actual di dalam keluarga Muslim.
Dari seluruh tips yang diberikan oleh peraih urutan ke-6  ‘intelektual paling berpengaruh di dunia’ versi Majalah Prospect itu , kata kuncinya terletak pada kasih saying. Yakni, bagaimana menumbuhkan kembali kasih saying  antara suami dan istri, orang tua, dan anak, serta  di antara seluruh karib kerabat. “Kami akan memberikan kunci-kunci sukses dalam mengembalikan keutuhan rumah tangga yang retak dan menghidupkan kembali rasa kasih saying  di dalamnya.” (hlm 3)
Salah satu hal yang ditekankan oleh penulis, dan merupakan kaidah pokok untuk menciptakan surga di rumah adalah  beribadah secara berjamaah. Ada lima ibadah yang sangat penting dilakukan secara berjamaah, yakni membaca Al-Qur’an, shalat, berzikir, berdoa, dan makan.
Seperti ditegaskan sendiri oleh penulisnya, buku ini ditujukan untuk seluruh anggota keluarga. Ayah, ibu, dan anak (pemuda  dan gadis), semuanya perlu membaca buku ini, agar secara bersama-sama mampu menciptakan rumah yang seindah surga, tidak hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. “Rumah Anda merupakan tempat kebahagiaan yang utama di bumi ini.
Satu hal yang paling kita impikan adalah dapat menjadikan rumah kita ini ibarat Surga Dunia. Yakni surga yang insya Allah akan mengantarkan kita masuk ke dalam surga Allah SWT yang hakiki kelas, di akhirat nanti.”

Rahasia - rahasia Sholat


Judul Rahasia-Rahasia Salat
Penulis Al-Ghazali

Penerbit Karisma
Edisi XV/1997
Tebal 206 Halaman

Shalat merupakan tiang agama . Melecehkannya berarti meruntuhkan agama, dan menegakkannya berarti menegakkan agama. Nilai penting salat ini, antara lain, diisyaratkan oleh pewahyuan perintah salat ini langsung dari Allah SWT kepada Rasul-Nya SAW tanpa perantara. Mengapa sedemikian penting kedudukan perintah ini? Nilai _nilai apa yang terkandung di dalan setiap gerak dan bacaan dalam shalat?
Dalam buku ini – Asrarush-Shalah. Buah pena ulama sufi besar termasyhur . Abu Hamid bin Muahammad al-Ghazali- di paparkan makna dan nilai-nilai batiniah shalat. Meski menguraikan pula ketentuan-ketentuan, syarat-syarat, rukun-rukun dan sunnah-sunnah yang berkaitan dengan shalat, buku ini bukan sekadar sebuah kitab fiqh. Lebih dari itu, buku ini sangat banyak mengungkap rahasia -rahasia gerak dan niat dalam salat serta pengaruhnya pada diri pelakunya. 

Bahagiaku Sesungguhnya

Cinta memang indah
seindah bias cahya lilin
ditengah gelap pekatnya malam
tanpa kelip sang lintang

Cinta juga dahsyat
sedahsyat khadirannya
yang tak pernak kita tau
kapan dan seperti apa

Hay... cinta...
aku tau...
dulu kau pernah mengajakQ rasakan indahnya surga
terbang bersama angin merangkul pelangi
tapi kini semua tlah berubah
hati ini tak tenang
resah gelisah kuasai relung hati

Ku tau, ku tak sempurna
namun ku masih punya sejuta mimpi
Ku juga sadar kau tak sempurna
tapi kita pernah saling mengisi
ku tau ini cinta terlarang
meski rasa tak dapat kupungkiri
ku harap kau mau mengerti
sulitnya ada di aku

Hay... Cinta...
Apa jadinya dunia
jika mereka tahu tentang kita

Sudah lah... kita akhiri saja...
biarkan coretan-coretan lalu
dan bekas pijakan langkah kita
menjadi kenangan terindah kita

Bahagiaku adalah bahagianya
dya yang sangat mencintamu
yang ikatkan hatinya hanya untukmu
yang berharap hatimu juga terikat hanya untuknya
tak masalah Q sndiri disini
karna bahagiaku adalah
terikatnya kalian pada satu janji suci

Bjn,01/07/12_

Al-Fatihah

*Membuka mata batin dengan surah pembuka

Judul Alfatihah - membuka mata batin dengan surah pembuka
Penulis Achmad Chodjim
Penerbit Penerbit Serambi, 2003
ISBN 9793335319, 9789793335315
Tebal 254 halaman

Inilah tafsir surah Alfatihah yang sangat khas, dirancang khusus untuk kondisi psikologis dan sosial kaum muslim Indonesia.
Achmad Chodjim mengupas surah paling populer ini secara padu dan komprehensif. Ayat yang satu dengan ayat lainnya tidak dijelaskan dengan pengertian yang lepas-lepas, tetapi sebagai tangga yang berurutan untuk mencapai pencerahan hidup.
Setiap makna yang tersibak dari ayat demi ayat surah pembuka ini disuguhkan ibarat cahaya yang hendak membuka mata batin. Kita diajak merasakan kedamaian dalam lindungan dan pemeliharaan Allah Swt. Kesejukan rahman dan rahim-Nya, kasih sayang-Nya, senantiasa menyertai perjalanan hidup kita. Dia adalah Raja bagi hari kepatuhan. Kesadaran akan hal itu tidak harus muncul setelah di hari kiamat nanti, tapi sejak saat ini, sejak kita membaca mâliki yawm al-dîn.
Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în bukan sekadar bacaan dalam salat, tapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, ketika kita memohon petunjuk-Nya tentang jalan yang lurus, maka terbukalah jalan lebar di hadapan kita. Jalan lurus yang kita lalui dengan nyaman menuju jalan orang-orang yang mendapat anugerah kenikmatan dari Tuhan. Jalan menuju pencerahan batin.

Top of Form

Kelas Menulis Wisata














Sabtu, 9 Juni 2012 Kelas Menulis Sanggar Guna mengadakan kegiatan Kelas Menulis Wisata ke Desa Kerondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Sebenarnya ini bukan kali pertamanya temen-temen Blogger Bojonegoro kesana, karena dulu temen-temen Blogger Bojonegoro pernah menghabiskan malam pergantian tahun 2011-2012 disana. Desa Kerondonan yang sangat eksotis dan masyarakat yang bersahabat membuat kita semua jadi nyaman berlama-lama disana dan tidak pernah bosen berkunjung kesana.
Tepat pukul 14.00 WIB rombongan peserta workshop kelas menulis, Blogger Bojonegoro, Sindikat baca dan para penulis seperti mas Anas, mas Nanang, mas ashree dan mbak Sekar meluncur ke TKP. Terik mentari siang itu seolah tidak menyurutkan niat kita. Semua semangat weekend kesana,eitsszz… nich  weekend bukan sembarang weekend lho… disana kita juga belajar menulis dan lebih bersahabat dengan alam. Sekitar 2 jam perjalanan menakhlukkan liku-liku dan tanjakan jalanan sampailah kita di SMP Negeri 2 Kerondonan. Kita taruh barang2 bawaan kita disitu. Skitar jam 16.00 kita duduk santai dihalaman sekolah ngobrol dan saling memperkenalkan diri masing2… kan tak kenal maka tak sayang. ^_^
Selesai Sholat ashar kita makan bersama di Rumah Bu Heny dan ngobrol sebentar ma bu heny. Tepat jam 19.30 kita ada latihan menulis. Menulis di situasi yang luar biasa. Kita menulis ditengah gelap dibawah jutaan kerlip bintang. Kita disuruh menulis apa saja yang ingin kita tulis, menumpahkan semua ide atau apapun yang ada di otak.
Jam 21.00 kita berkumpul di halaman, dibawah langit beralaskan tikar disitu kita saling berbagi… ceritanya sih season curcol gitu lho.… asyik banget kita saling berbagi dan makin akrab satu sama lain. Mas anas, pak prawoto, mas nanang, mas ashree dan mbak sekarpun sangat terlihat bijaksana diseason ini memberi masukan-masukan yang Mathoh. Pukul 23.00 mie rebus datang kitapun makan malam bersama ditemani dinginnya angin malam. Dingin-dingin dapet yang vanas, hemmm… masuk banget rasanya. *Alhamdulillah… malming yang siip… ^_^
Pukul 01.00 season curcol selesai… semua peserta dipersilahkan beristirahat, mengumpulkan tenaga karena besok pagi akan perjalanan jauh menuju air terjun Dung Gumpit Desa Kerondonan, Gondang,Bojonegoro.
Sszzz…zz…z…zzz…zzzzzzzZZZzzzz…. (tidur)

Pukul 04.00 pagi kita bangun dan sholat subuh, setelah itu kita menikmati cuaca pagi itu dengan melekuk-lekukkan badan kekanan kekiri, hemmm… sejuknya embun pagi itu bener-bener bikin nyaman dan tenaaaaaaaang banget. Pukul 06.00 kita semua jalan kaki menuju air terjun Dung Gumpit. Capek perjalanan seakan tak terasa setelah melihat keindahan Air Terjun Dung Gumpit itu. Berfoto ria disana puas2sin dech maen airnya. Setelah puas maen air kita semua kembali ke Smp Negeri 2 Kerondonan. Bersihin badan dan beres2 barang2 bawaan lalu sarapan pagi bersama. Sebelum pulang kita berkumpul kembali di halaman sekolah kita ngobrol santai disitu, santai tapi serius… banyak banget ide bermunculan disitu, salah satunya adalah planing buat keluarin buletin semua persiapan dibahas disitu. Mulai dari memutuskan nama buletin “Buletin Atas Angin”, PimRed mas Ashree Kacung, dan garis besar yang akan kita suguhkan di buletin itu, hemm… semoga Buletin Atas Anginnya sukses,Amin…
Setelah dikit serius sambil nunggu mobil jemputan yang tak kunjung nongol, kita maen Games disitu… kita diharuskan menuliskan kesan dan pesan buat semua temen, menulis dikertas beralaskan punggung temen tersebut. Heheee… asyik kayak ge maen kereta2an, semua menikmati season itu dan semua juga lapang dada dengan apapun yang ditulis temen2 di kertas kita masing2.
Season pesan kesan selesai, mobil jemputan juga dah dateng kita semua berpamitan dengan warga sekitar. Yeeeee… kita pulaaaaaaaang sampai jumpa lagi desa yang Cantik… kukan selalu merindukanmu. Setengah perjalanan kita mampir makan siang di warung semog iwak Gloso yang banyak hidup di Waduk Pacal, hemmm… nyummiii banget… selesai makan kita lanjutkan perjalanan, 20 menit kemudian sampailah kita di Sanggar Guna (Jalan Achmad Yani) tercinta, Alhamdulillah…. *Sampai Jumpa di Kelas Menulis Wisata Selanjutnya… ^_^

Bedah Buku

nich... nich... nampang dulu ma mbak Wina Bojonegoro
di acara Bedah buku "Korsakov" karya beliau pagi tadi di sanggar Guna Bojonegoro





Nampang bareng Blogger Bojonegoro

14 Mei 2012 kmaren siang2 mas rifa'i (ketua Blogger Bojonegoro) mendadak sms minta supaya Q ikut dya ke suatu tempat nemuin pak Pra, gak selang lama Pak Pra juga sms supaya Q ma mas Rifa'i cepet2 meluncur nemuin dya...
pikirQ... "ada pa sih orang2 ini... semangat amat... emang mw ngapain sih...???"
awalnya gak enak mw tinggalin kantor coz belum waktunya pulang tp orang2 tadi udah gk sabaran kayaknya... ech kebetulan ada tugas keluar dimintai tolong buat bayarin telpon, it's ok lah... meluncuuuurrrr... abiz bayar telpon gk langsung balik malah laporan ke si boz nek gk bisa balik dulu da urusan sebentar, hahahaaaaa... sok sibuk yaaa... :D
udah dech... cabuuut ma mas rifa'i... "kemanaaaaa...???" ternyata ech ternyata motor berhenti di smada... ouch... dan anehnya pas kita nyampek bukan di suruh masuk rumah dinas pak Pra tapi malah di ajak keluar ma pak Pra," lhooohh...??? mw kmana sih sbenereee...???"Cekiiiiiiitttzzzz... kita berhenti di sebuah warung es degan durian... dipesenin dech ma pak pra... n beliau bilang... klo ternyata kita (blogger bojonegoro) mw diwawancarai... alaaahh... gayaa yaa.. hahaaa... :D
ya gtu dech... sambil Q menikmati segarnya es degan durian... itu mase wartawan dari radar ge ngobrol ma pak ketua... panjangg... panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget... krna yg ditanya udah ketuanya n pak Pra (Penasehat), ya sudah... udah dapat jawaban lengkap... Q cuma kebagian nambahi dikit2 aja di belakang... penegasan... :)
dan inilah hasilnya... nampang dech kita (Blogger Bojonegoro) Di koran. keren ya fotonya... itu foto pas kita lagi jalan2 *Njungok wisata dari ujung ke ujung I :)


Kelas Menulis

Hari Minggu, 26 Februari 2012
Kelas “Menulis Kreatif” ala Blogger Bojonegoro yang bekerja sama dengan Sindikat Baca, Beberapa penulis Novel dan Wartawan di Bojonegoro punya tema Nobar Film the Freedom Writers Diary.

Hari yg cerah dan suasana yang nyaman hari itu bener-bener bikin kita semua begitu menikmati alur cerita pada Film the freedom writers diary. sambil dikit2 tengok translatenya... *hahaaa... maklum pakai bahasa Linggis Inggris...

Yapss... Sebuah film drama Amerika yang disutradarai Richard LaGravenese dan telah dirilis 5 januari 2007 lalu. Diangkat dari sebuah buku yang berdasarkan kisah nyata, “The Freedom Writers Diary”. Dengan tokoh utama Erin Gruwell yang diperankan oleh Hillary Swank. Mengisahkan bagaimana perjuangan seorang guru dalam mengajar murid-muridnya untuk menemukan “kebebasan”. Film yang dapat menjadi bahan renungan dan inspirasi buat qta semua.
Di awal film kita langsung diperlihatkan dengan maraknya isu golongan(rasisme) yang terjadi pada tahun 1994 di Long Beach, California. Perkelahiaan dan penembakan antar golongan merupakan hal yang “wajar”. Empat golongan yang saling bersitegang: kulit putih, kulit hitam, asia, dan latin. Masing-masing dari mereka ingin melenyapkan satu sama lain demi sebuah nama baik. Anak-anak teracuni dengan kondisi sekitar, yang akibatnya mendapat warisan "kebencian terhadap golongan lain". Seperti sebuah sirkulasi yang tidak ada habis-habisnya. Yang mereka fikirkan hanyalah kebanggaan saat mereka berjuang untuk golongan mereka.
Woodrow Wilson High School, tempat di mana Erin mengajar untuk pertama kalinya. Erin memilih Wilson karena program integrasi yang dijalankan sekolah tersebut. Kelas 203 menjadi saksi sejarah dimana Erin mengawali kisah dengan anak-anak didiknya. Sebagian dari mereka telah merasakan pahitnya penjara. Erin pun tidak disukai. Di kelas, Erin dianggap orang kulit putih yang tidak tahu apa-apa akan kehidupan mereka.  Aroma rasisme sangat kental. Anak didik Erin duduk berkelompok sesuai dengan golongan masing-masing. Erin ingin menyadarkan mereka, bahwa hidup seperti yang mereka jalani sekarang bukanlah hal yang baik. Erin memulai niatnya dengan meminta pihak sekolah untuk meminjamkan buku bagi anak didiknya, tetapi ditolak. Hal tersebut tidak membuatnya surut. Dia memutuskan untuk bekerja paruh waktu demi pengadaan buku. Salah satu buku yang diberikan Erin adalah The Diary of Anne Frank. Erin melakukan hal tersebut agar murid-muridnya sadar bahwa perang antar golongan yang selama ini berkecamuk sungguh tidak memanusiakan manusia. Lambat laun harapan Erin mendapati titik terang. Kegigihan perjuangan dan keikhlasan seorang guru membuahkan hasil. Kepuasan adalah yang terpenting bagi Erin. Rasa puas saat dirinya dapat bermanfaat bagi sesama.
Kembali ke freedom writers anak didik Erin berinisiatif untuk mendatangkan Miep Gies, sahabat Anne Frank. Usaha keras pun mereka lakukan. Dari berjualan makanan sampai mengadakan konser. Miep Gies pun datang. Pengalaman Miep Gies memberikan sebuah pandangan baru bagi penghuni kelas 203. bahwa hidup adalah pilihan. Jika telah yakin pilihan itu benar maka jalanilah.
Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya n saat qta telah memutuskan sesuatu maka yakin dan percayalah kalau kamu bisa dan pilihanmu tadi adalah benar.
Sejauh ini Erin telah berhasil mendidik siswa-siswanya. Namun ternyata keberhasilan Erin didampingi dengan kegagalan. Keberhasilannya harus di bayar dengan pengorbanan yang tidak di inginkan. Terlalu focus dengan pekerjaannya, rumah tangganya terbengkalai dan berakibat perceraian.
Tetapi apakah hanya karena Erin gagal dalam membina rumah tangga, lantas dia dinyatakan tak pantas memberi nasihat ke orang lain? Apakah kemudian Erin dinyatakan tidak pantas mendidik orang lain?
Dalam hal ini setiap orang pasti pernah menggoreskan noda hitam dalam hidupnya. Akan lebih bijak melihat apa yang disampaikan, daripada melihat siapa yang menyampaikan.
Percayalah, seburuk apapun orang itu terlihat, masih ada kebaikan yang agung dalam dirinya.
Hal yang menarik dilakukan oleh Erin, dan hal itu menjadi batu loncatan dalam menggapai harapan. Erin memberikan anak didiknya sebuah diary dan memberikan  kebebasan atas diary tersebut. Sebuah kebebasan pun mereka rasakan saat menulis. Dimulai dengan menulis apa yang mereka rasakan dan alami. Ternyata dengan menulis dapat mereduksi beban pikiran dan kegalauan. Beban pikiran tersebut mereka tuangkan dalam bentuk tulisan. Sangat sederhana. Tidak dibutuhkan kemahiran dalam menulis, cukup bermodalkan kemauan, jujur dan menghargai semua yg telah terjadi.
Jika kita tidak dapat menyatakan secara langsung, maka kita dapat menyatakannya dalam bentuk tulisan.
Dan dalam film tersebut, Erin dapat memahami apa yang anak didiknya rasakan dari tulisan mereka. Tidak salah jika film tersebut bejudul freedom writers "kebebasan penulis". Anak didik Erin menulis apa yang ingin mereka tulis.  Tulisan yang sederhana dan dapat memberikan perubahan. Dari situ dapat dilihat bahwa menulis memberikan manfaat.
so... 
Menulislah, karena dari tulisan terekam ide-ide besar.
Menulislah, karena dengan menulis kita dapat berkomunikasi dengan banyak manusia di masa ini dan di masa depan.
Menulislah, untuk sekedar menggerus beban yang ada dalam pikiran kita.
Menulislah, maka banyak hal dapat tersampaikan.
Hemm... hemm... film selesai n kelas manulis di tutup oleh pak Anas.
Jenk... jenk... tapiiiiiiiiiiiii.. lhoh... lhoh...??? semua peserta sama sekali gk ada yg pindah dari tempat mereka masing2, termasuk Q... heheee... *ada lemnya yaaa...??? hemm..hemm... ya enggak lah... ternyata kita semua masih tersepona terpesona dengan film tadi...
al hasil pak anaspun masuk di tengah2 kita lagi... huaahahaaaa...

bener2 film yg dahsyat nich... film itu bisa membius kita semua seolah-olah bener2 merasakan pahit manis nya jadi seorang Pendidik yg Luar Biasa seperti Erin yg akhirnya Rumah tangganya hancur...
hohooooo....

#satu adegan yg paling dahsyat adalah saat Erin dikasih 2 pilihan oleh suaminya... yg intinya Erin disuruh milih antara anak didiknya atau suaminya... Donk... Denk... *Pilihan yg SANGAT SULIT kan...???

dan Erinpun memilih... teteap berada di samping anak didiknya... anak didiknya ada di jalan yg salah n dia ingin menyelamatkan anak didiknya itu, meski berat melepas suaminya tapi dia yakin suaminya orang yang baik dan akan baik2 saja dan kelak akan dapat pengganti yg terbaik.

Bojonegoro


Kabupaten Bojonegoro
Sejarah Indonesia Kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak Abad I. Hingga abad ke-16, Bojonegoro termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.Di waktu masa maha raja balitung (th – 910 M) yang menguasai jawa tengah dan jawa timurdaerah yang sekarang dikenal dengan nama Bojonegoro belumlah ada. Yang ada hanyalah hutan luas yang di impit oleh pegunungan kapur di sebelah selatan dan utara yang dilewati sungai bengawan solo dan sungai brantas.

Kira-kira tahun 1000 masehi baru hutan ini yang menduduki yaitu orang-orang keratin madang kemulan. Awal mulanya hutan ini diberi nama “Alas Tuo” namaun setelah didatang masyarakat imigran dari jawa tengah. Mulai banyak didirikan desa-desa disekitar hutan. Diantaranya adalah Desa Gadung, Desa dander dan sebagainya. Para pendatang yang mendirikan desa-desa itu membuat masyarakat sendiri berdasarakan hubungan keluarga. Di tiap-tiap masyarakat tersebut terdapat kepala desa. Di antara kepala desa tersebut ada seorang kepala desa yang bernama Ki Rahadi yang menguasai Dukuh Randu Gempol. Akibat masuk kebudayaan hindu yang di terima Ki Rahadi maka cara pemerentahan meniru cara pemerentahan hindu. Nama Ki Raharadi di ubah Rakai Purnawakilan. Dukuh Randu Gempol diubah menjadi kerajaan Hurandhu Purwo (sekarang tempatnya di plesungan kapas). Beliau mengangkat dirinya sendiri menjadi raja yang mempunyai aliran Syiwa. Kerajaan diperluas dari gunung pegat hutan Babatan (sekarang babat) sampai purwosari cepu dan jatirogo (tuban) samapi layaknya benteng pertahanan kerajaan. Pusat kerajaan berlokasi di daerah kedaton (sekrang di daerah kapas). Jalan propinsi kota bojonegoro (Jl. Gajah Mada, dipenogoro, kartini, AKBP M. suroko samapai jalan jakasa agung suprapto) dulunya masih berupa sungai besar yang sekarang dinamakan sungai bengawan solo yang waktu itu ramai sekali digunakan untuk perdagangan. Tempat raja berburu di desa padang dan sumberarum sekarang. Kerajaan Hurarandu purwa musnah bersamaan dengan hilangnya raja rakai pikatan secara turun menurun.

Di awal abad 19 indonesia berasa dalam kekuasaan pemerentah belanda. Di tahun 1824 ada 3 daerah di sekitar bojonegoro yang belum ikut dalam pemerentahan belanda yaitu daerah:
1.     Kabupaten Mojoranu (dander) yang dipimpin oleh bupati R.T. Sosrodiningrat.
2.     Kabupaten Padangan (desa pasinan) yang di pimpin oleh bupati R.T. Prawirogdo.
3.     Kabupaten Baurno (desa kauman) yang dipimpin oleh Bupati R.T. Honggrowikomo.

Ketiga bupati ini dalam pengawasan bupati madiun yang bernama R.T Ronggo yang mewakili kerajaan mataram di jawa tengah. Waktu itu nama bojonegoro belum ada. Pemerentahan belanda menginginkan ketiga kabupaten dijadikan satu dan di bentuk kabupaten baru yang ikut dalam wilayah pemerentahan belanda. Untuk keperluan tersebut 3 bupati tersebut diajak musawarah di daerah padangan. Hal ini terjadi tahun 1826. Tapi bupati mojoranu yaitu R.T Sosrodinigrat dapat dijadikan alasan karena sedang berpergian ke desa cabean, daerah rejoso nganjuk. Selama itu pemerentahan kabupaten mojoranu di serahkan kepada pateh demang R. Sumosirjo beserta putra-putrinya yaitu R.M Sosrodilogo dan R.M Surratin yang waktu itu masih didaerah nganjuk. Selama itu pemerantahan kabbupaten mojoranu diserahkan kepada pateh demang R. sumodirjo beserata putra-putranya yaitu R.M Sosrodilogo dan R.M Suratin yang waktu itu masih belajar agama di daerah ngithitik.
Pemerentahan belanda yang melihat untuk menyatuka 3 daerah menjadi gagal, lalu memasang rambu-rambu di wilayah mojoranu dan membuat tandingan yang di beri nama kabupten rajekwesi sekaligus membuat penjara sana. Yang di angkat oleh pemerentahan belanda menjadi bupati rajekwesi yaitu R.T Purwonegoro yang waktu itu masih berstatus bupati probolinggo hanya untuk semestara. Pusat kabupaten waktu itu berlokasi di daerah ngumpak dalem.

Karena pemerentahan di rejekwesi R.T purwonegoro tidak sesuai dengan yang diharapkan belanda maka belanda mengankat R.T joyonegoro menggantikan bapaknya yang di angkat sebagai bupati rajekwesi. Di mada pemerentahan belanda kapubaten mojoranu dianggap tidak ada. Melihat kenyataan yang demikian R.T Sosrodilogo juga mengadakan hubungan dengan pangeran dipenogoro di Mataram.

Disuatu waktu R.T joyonegoro malihat R.M Suratin R.T Sosrodiningrat seebagai bupati mojoranu memakai kebesan kerajaan. Saat itu juga R.M Suratin ditangkap dan dijebloskan ke penjara Rajekwesi. Kejadian itu diketahui R.T Sorodilogo. Setelah berunding dengan patih demangan R. Sumodiroojo dan demang kapoh maka R.T Sosrodilogo meminta bantuan pengeran dipenogoro dari mataram akhirnya dikirm bala bantuan sebanyak 40 orang.

Sengaja di buat lantaran akhirnya terjadi peperangan kecil diantara Mojoranu dan Rajekwesi. Ke 40 oarang dari mataram akhirnya ditwan dan pateh demangan R. Sumodirjo gugur dan dimakamkan di desa bendo (kapas) R.T Sosrodilogo juga dimasukan ke penjara dan dituduh sebagai pemberontak dipenjara di rajekwesi R.T Sosrodilogo bertemu dengan adiknya R.M Suratin. Keduanya akan mengadakan pemberontakan dengan perencanaan yang lebih matang dan rapi.

Akhirnya keduanya bida lepas dari penjara dan peperangan dimulai kembali. Kabupaten Rajekwesi dikepung dari berbagai arah. Dalam peperangan ini patih somodikaran gugur dan dimakamkan di desa yang sekarang disebut desa Sumodikaran (dander). Kekuatan kerajaan rajegwesi melemah. Pasukan mojoranu terus maju dan mendesak pasukan rajekwesi (rajekwesi hancur).

Pada daerah yang msih dikuasai pemerentahan belanda maka belanda mendirikan maracas kecil dan pos-pos pertahanan. Diantaranya di rembang Blora. Rajekwesi, Bancar, Jatirogo, Planturan, Babat, Kapas dll. Pasukan belanda semakin meningkatkan pertahanannya untuk mengimbangi pemberontakan rakyat. Sementra itu pahlawan R.T Sosrodilogo di rajekwesi dan sekitarnya.

Kemenangan Sosrodilogo bersama pengikut merebut rajekwesi akhirnya menimbulkan semangat perlawanan terhadap belanda di daerah lain. Kota Baorno yang diduduki belanda yang berda di perbatasan Surabaya dan tuban meraka kewalahan dan terancam. Pasukan rakyat juga menguasai daerah selatan padangan. Diteruskan kemudian akanmenyerang kota ngawi. Bisa dikatakan diakhiri. Tahun 1827 di daerah rajekwesi di penuhi dengan pemberontakan dan peperangan.

Pahlawan rakyat melawan pemrenthan belnda si awali dari pecahnya oerang di penogoro di mataram pda tahun 1825. R.T Sosrodilogo yang memimpin pasukannya merebut rejekwesi sempat  juga di jadikan perwira pasukan kraton Yogyakrata dan pangeran dipenogoro. Perlawanan rakyat juga dialami di kota blora dipimpin oleh Raden Ngabel Tortonoto yang akhirnya menguasai kota blora.

Akhirnya kota rajekwesi dibakar hangus  oleh pasukan mojoranu R.T Sosrodilogo bersama pasukannya menguasai semua daerah sekitar kabupaten rejekwesi. Bupati rajekwesi R.T joyonegoro melarikan diri meminta ke bupati sedayu. Sebelum sampai kabupaten sedayu teryata R.T joyonegoro bertemu dengan bupati sedayu di bengawan solo yang sudah siap dengan bala tentaranya yang akan membantu R.T joyonegoro.

Kabupaten sedayu merupakan sekutu rajekwesi yang sama-sama mengakui kekuasaan pemerentahan belanda. Di pinggir daerah rajekwesi bupati sedayu bersama pasukanya mendirikan markas-marakas kecil sementara pasukan lainya  diperentah untuk menyerbu kabupaten mojoranu. Sesampai di kabupaten mojoranu pasukan sedayu bertempur dengan pasukan mojoranu. Pasukan sedayu yang berasal dari  orang-orang masura dan makasar akhirnya terdesak dan  kembali ke markasanya.

Kota rajekwesi akhirnya diduduki oleh R.T Sosrodilogo salah satu kesalahan besar pasukan rakyat adalah setelah mengalami kemenangan dalam peperangan. Banyak dari pasukan itu mau bersenang-senang dahulu sebelum meneruskan peperangan selanjutnya. Hal ini di manfaatkan oleh belanda untuk mengumpulkan dan  menata kekuatan kembali.

Bantuan dari belanda mengalir terus menerus ke rembang dan rejekwesi. Pasukan belandaa dari padangan akhirnya dikirim masuk ke kota rajekwesi pasukan rakyat semakin terdesak. mojoranu dapat dikalahkan R.T Sosrodilogo bersama pasukan yang tersisa melarikan diri.

Pada tanggal 26 januari 1828 belanda dapat memasuki kota rajekwesi. R.T Sorodilogo malarikan diri ke arah selatan planturan. Semangat pangikut R.T Sosrodilogo menjadi lemah. Pada tanggal 7 maret 1828 bisa dikatakan pahlawan rakyat di daerah rembang. Rajekwesi dan lain-lain dianggap rampung.

R.T Sosrodilogo bersama saudarannya yaitu raden bagus menjadi buronan oleh pihak belanda. Belanda mengadakan seyembara untuk menangkap kesua orang tersebut. Raden bagus akhirnya diserahkan kepada bupati setempat R.T Sosrodilogo melarikan diri ke jawa tengah dan bergabung dalam peperangan dipenogoro. Namun ahirnya pada tanggal 3 oktober 1828 R.T Sosrodilogo menyerah kepada belanda.

Setelah peperangan usai maka pemerentahan belanda mengundang R.T Sosorodilogo dan bupati sedayu menghadiri pesta besar-besaran (suka-suka bojono) untuk merayakan keberhasilan mengalahkan pasukan mojoranu. Saat itu pula pemerentah belanda mengangkat R.T Joyonegoro menjadi bupati bojonegoro. Nama kabupaten bojonegoro di ambil untuk menggantikan kerajaan rajekwesi yang sudah hancur. BOJO yang berarti bersenang-senang dalam perayaan tersebut. Sedangkan NEGORO berati Negara. Saat itu pemerentahan belanda dipimpin oleh H. Marcus De Kock dengan perangkat Letnan Gubernur Jendar (1826-1830).
R.T Joyonegoro Bupati Bojonegoro 1827-1844. Berdasarkan cerita pusat kabupaten rejekwesi dulunya terletak di daerah Ngumpak Dalem, maka setelah peperangan dipindah ke daerah boghadung yang terletak di sebelah utara rajekwesi. Berdasarkan pertimbangan pada pejabat waktu itu. Tidak baik mendirikan Negara di lokasi yang sama dengan alas an rejekwesi pernah kalah dalam peperangan mojoranu. Desa Boghadung yang terletak sebelah utara bengawan solo masih ikut darah tuban waktu itu.
Di tahun 1828 bengawan solo sudah terpecah menjadi dua aliran. Desa Boghadung yang tedinya berada di sebelah utara bengawan. Setelah pindah di Boghadung ini kabupaten rajekwesi berubah menjadi nama Bojonegoro.
Di sini di berkembang cerita bahwa kata BO dari bojonegoro diambil dari kata Boghadung yang akhirnya menjadi kata Bojonegoro. Ada pula cerita lain yang mengatkan bahwa bojonegoro berasal dari kata BOJON yang artinya SUGU atau tanah yang diberikan untuk Negara dari daerah Tuban. R.T Joyonegoro beserta keluarganya pindah ke bojonegoro dan pension menjadi bupati bojonegoro pada tahun 1844.
 
Copyright © 2015 Lely Chusna
Distributed By lelly collection. Powered by Blogger